Soal Pohon Tumbang, Pemprov DKI Lalai dan Tidak Lindungi Warganya
Musim hujan tiba. Beberapa hari lalu hujan deras sudah mulai mengguyur Jakarta. Sejumlah titik tergenang air, diantaranya, seperti jalan HR. Rasuna Said, Jl. Jend. Gatot Subroto dan kolong jembatan Dukuh Atas yang terletak antara Jl. RM Margono Djojohadikoesoemo – Jalan Galunggung. Selain masalah banjir, musim hujan juga menyebabkan persoalan lain, yaitu pohon-pohon yang tumbang. Hari sabtu (7/11) lalu misalnya, sebuah pohon tumbang di sekitar Jembatan Semanggi, Jakarta.
Lalu sebenarnya, apakah ada pihak yang bertanggung jawab terhadap kondisi pohon yang ada di seluruh DKI Jakarta? Menurut Mohamad Sanusi, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, pihak yang bertanggung jawab mengurusi pohon-pohon adalah Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Hanya saja, Sanusi melihat kerja Pemda dalam melindungi warga Jakarta dari masalah pohon tumbang sangat minim. “Menariknya di Jakarta ini, warganya terlalu baik, jika ada orang meninggal tertimpa pohon, cukup dikasih uang kerohiman (ganti rugi), terus masalah dianggap selesai,” ujar pria berambut cepak ini.
Sanusi menganggap kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani tumbangnya pohon, khususnya di musim hujan masih sporadis. “Kalau ada pohon tumbang, dia potong. Kalau kemudian ada orang meninggal dia kasih kerohiman. Ini membuat pemda tidak memproteksi rakyat Jakarta. Jadi persoalan pohon tumbang ini nightmare (mimpi buruk) buat warga” ujar lelaki bertubuh tinggi ini.
Padahal menurut Sanusi, Dinas Pertamanan dan Pemakaman digaji dan dibayar khusus untuk mengurusi pohon. “Mereka digaji untuk ngurus pohon. Jadi kalau ada warga yang meninggal karena pohon tumbang, itu namanya Pemprov lalai,” katanya. Kalau Pemda DKI lalai dan mengakibatkan korban, warga bisa saja melakukan class action (tuntutan bersama). “Karena ini masuk dalam pelanggaran Tupoksi,” tutur Ketua Perbasi DKI Jakarta ini.
Alumni ISTN ini juga mengungkapkan tidak rapinya penanganan persoalan pohon tumbang selama 5 tahun belakangan, dikarenakan Pemprov DKI memang tidak memiliki data tentang pohon-pohon yang ada di Ibukota. “Sampai saat ini, dinas pertamanan dan pemakaman tidak punya data, berapa banyak pohon yang dia tanam, berapa banyak pohon yang dia punya sesuai dengan tahunnya , berapa data pohon yang harus dia potong, berapa pohon yang harus dipotong rantingnya. Ini yang menyebabkan Jakarta was was terhadap pohon tumbang,” kata Sanusi.
Sumber:Detak.Co