Mohamad Sanusi | CEGAH BANJIR, DPRD DKI USULKAN BUAT SISTEM BENDUNGAN BARU DI HULU CILIWUNG
348492
single,single-post,postid-348492,single-format-standard,eltd-cpt-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,boxed,,banguci-ver-1.0, vertical_menu_with_scroll,smooth_scroll,blog_installed,wpb-js-composer js-comp-ver-4.6.2,vc_responsive

CEGAH BANJIR, DPRD DKI USULKAN BUAT SISTEM BENDUNGAN BARU DI HULU CILIWUNG

Jakarta, BisnisPost.com - Ketua Komisi D DPRD DKI Muhammad Sanusi menyebutkan Pemerintah Porvinsi DKI harus segera membuat solusi jangaka panjang supaya Jakarta, terutama Kampung Pulo tidak banjir lagi

“Sepanjang kita enggak beresin dari hulunya, pasti masih banjir. Karena debet Ciliwung itu besar. Kampung Pulo banjir selama kita enggak bikin bendungan di hulu,” jelas Sanusi di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Selasa (17/11/2015).

Sanusi memberi contoh sistem Bendungan Jatiluhur. Saat musim hujan, bendungan tersebut akan menampung seluruh air dan mencegah air turun ke Jakarta

Sebaliknya, saat musim kemarau, air yang telah ditampung di bendungan tersebut bisa dialirkan ke sungai-sungai di Jakarta.

Dengan sistem seperti ini, ia yakin Jakarta tidak banjir lagi.

Sanusi menyarankan agar bendungan dibangun di daerah Ciawi. Ada beberapa keuntungan yang didapat Pemprov DKI jika membuat bendungan di hulu.

Dia mengatakan harga tanah di daerah hulu sungai tidak akan semahal Jakarta. Pemprov DKI bisa membebaskan lahan dengan harga yang murah.

Selain itu, permasalahan sosial yang ditimbulkan tidak sebesar di Jakarta. Dia mengacu kepada konflik yang muncul saat relokasi warga Kampung Pulo berlangsung.

Sanusi menyadari bahwa solusi yang dia usulkan membutuhkan biaya besar dan memakan waktu lama. Namun, hal itu masih lebih baik daripada terus melakukan solusi jangka pendek.

Jika bendungan dibangun, setidaknya akan ada kepastian bagi warga Jakarta sampai kapan mereka akan merasakan banjir.

“Kan ketahuan tuh, mungkin tiga atau empat tahun lagi kita enggak banjir. Seperti MRT, kan jelas proyek itu selesainya kapan. Yang penting ada kepastian,” tandasnya

Sanusi mengatakan proyek bendungan ini pernah diajukan oleh Pemerintah Provinsi DKI ketika pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015.

Namun, proyek tidak jadi dikerjakan karena APBD 2015 menggunakan pergub. Sanusi tidak tahu apakah anggaran untuk bendungan itu ada dia APBD 2015.

“Sedangkan untuk tahun 2016, sepertinya Pemprov enggak mengajukan lagi tuh,” ujar Sanusi.

Penulis:Angelina Larasati

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published.