Kasus Bukit Duri, Sanusi: “Ahok” Jangan Mentang- mentang!

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohammad Sanusi, meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahajapurnama atau Ahok, memecat Camat Tebet jika terbukti ikut memukul korban bernama Aldo elix Januardy dari Yayasan LBH Jakarta. Aparat Pemda DKI Jakarta itu jangan mentang- mentang.

” Ya gak bolehlah. Pecat itu camat. Tugasnya mengayomi warga kok, gak usah panjang lebar. Mesti Ahok pecat itu” tegasnya usai rapat Balegda di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Pada saat penggusiran itu, tak cuma warga setempat yang menjadi bogem mentah aparat. Tetapi juga anggota pengacara dau Yayasan LBH Jakarta itu. Brutal memang okum aparat itu, mirip era orba saja. Praktik kejam ini harus dilawan oleh rakyat Jakarta!

Karenanya tidak salah jika wakil rakyat berdarah Betawi itu mengecam kersa tindakan pezoliman itu terhadap warga yang diduga pelakunya adalah mulai dari oknum Satpol PP, polisi dan bahkan camat Tebet, Jakarta Selatan.

“Ya, harusnya jangan sampai begitu. Satpol PP, polisi dan penjabat daerah gak (Camat) boleh melakukan kekerasan” tegas Sanusi usai rapat Balegda di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Atas kasus itu, Politisi Partai Gerindra meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahajapurnama atau Ahok, memecat Camat Tebet jika terbukti ikut memukul korban bernama Aldo.

Menurutnya tindakan pejabat eselon 3 tersebut adalah sangat tak patut dipertontonkan kepada warganya sendiri. Sebab dalam hukum tata negara bahwa salah satu tugas camat itu adalah mengayomi warganya, bukan menganiaya.

Karenanya itu, Sanusi berpesan kepada Gubernur Ahok, belajar kembali dalam hal pendekatan pada warga. Sebab tindak represif itu justru memperparah keadaan dan bisa membuat traumatik masyarakat Jakarta.

” Harus belajar. Jangan represif. Gunakan pendekatan yang persuasif, belajarlah itu. Jangan mentang- mentang berkuasa” pungkas Sanusi.

(yul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *