Sanusi: Pemimpin Harus Punya 3 Ciri Ini

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Politisi Partai Gerindra, Mohamad Sanusi, mengatakan, tak sulit untuk menjadi pemimpin, namun juga tak mudah untuk memimpin.

“Bagi saya, ada tiga ciri yang mesti dimiliki oleh pemimpin. Jujur, bertanggung jawab dan visioner,” katanya di Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta ini menegaskan, seorang pemimpin memiliki peran vital bagi hajat hidup orang banyak, sehingga ketiga ciri itu wajib dimiliki oleh siapa pun yang ingin maju untuk menjadi seorang pemimpin.

Saat ini, katanya, kejujuran telah menjadi salah satu pemicu “krisis kepercayaan” di masyarakat, dan tercermin dari besarnya harapan publik kepada KPK akibat begitu maraknya kasus korupsi.

“Untuk mengukur tingkat tanggung jawab seseorang, lihat dan dengar perkataannya, dan perhatikan bagaimana dia mengatakan “tolong”, “maaf” dan “terima kasih”,” ujar mantan ketua senat Institut Sains dan Teknik Nasional (ISTN) Jakarta ini.

Politisi yang digadang-gadang bakal maju sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017 ini menjelaskan, penggunaan kata “tolong” mencerminkan bahwa orang yang mengucapkannya tahuu bagaimana cara menghargai orang lain. Terlebih ketika meminta bantuan.

Penggunaan kata “Maaf”, lanjut anggota DPRD dari Fraksi Gerindra ini, adalah bentuk pengakuan dari rasa bersalah.

“Saat ini di Indonesia tak banyak orang yang ingat betapa pentingnya kata “maaf”. Kata maaf itu baru ramai terdengar pada momen-momen tertentu, misalnya menjelang Ramadhan dan perayaan hari besar agama seperti Idul Fitri. Padahal, jika ada kesalahan hendaknya meminta maaf. Meski sulit,” katanya.

Ia juga menilai, saat ini ada pemimpin yang cenderung melimpahkan kesalahannya kepada orang lain, atau berkelit dengan berkilah macam-macam memang dibanding mengakui kesalahannya, dan mengevaluasi apa yang dilakukannya yang membuatnya melakukan kesalahan.

Terakhir, soal visioner, politikus yang akrab disapa Bang Uci ini mengatakan, seseorang yang akan maju sebagai pemimpin harus memiliki pandangan ke depan terkait apa yang akan dan harus dia lakukan untuk kepentingan masyarakat yang dipimpinnya.

“Jika seorang pemimpin tidak visioner, sulit diharapkan untuk dapat berbuat banyak bagi masyarakat. Apalagi membuat terobosan-terobosan yang menjamin kemajuan pemerintahan yang dipimpinnya,” pungkas dia.

(Yul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *