Ketua Komisi D DPRD DKI: Cuci Gudang PNS DKI, Menpan Harus Turun Tangan

SIAGA – Cuci gudang pegawai negeri sipil (PNS) di sejumlah instansi Pemprov DKI Jakarta yang bakal digelar pada Jumat (8/1). Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohammad Sanusi mengatakan, cuci gudang yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan siklus begitu cepat jelas membuktikan Ahok tidak mengerti fungsi management.

Karena itu dirinya mengimbau supaya Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan) Yuddy Crisnandi turun tangan menyelesaikan masalah ini.

“Perombakan (cuci gudang) pegawai itu biasa, tapi yang jadi pertanyaan kenapa banyak pegawai yang mundur dimasa kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur. Apakah ini faktor like or dislike, trial by error atau memang fit dan proper tes yang bermasalah. Ini artinya sama saja Ahok tidak mengerti fungsi management. Jadi untuk masalah ini saya pesan supaya Mentan turun tangan,” kata Sanusi pada awak media di Gedung Dewan Kebon Sirih Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).

Pria yang akrab disapa Bang Uci ini juga menambahkan, akibat siklus pergantian pegawai yang begitu cepat juga menimbulkan berbagai masalah internal ditubuh Pemprov DKI. Misalnya, produktifitas pegawai menurun karena adanya ancaman turun jabatan (staf) atau pun pensiun dini sehingga hal itu berpengaruh pada rendahnya penyerapan APBD 2015 yang merugikan masyarakat DKI.

“PNS itu adalah pegawai yang memiliki jenjang karir dengan impian bisa menjadi pejabat eselon II, tapi hal itu tidak berlaku akibat kebijakan Ahok yang tidak mengerti fungsi management,” tutur politisi Partai Gerindra ini.

“Selain itu, saya juga merasa sedih atas sikap Ahok yang memarahi anak buahnya didepan publik dengan tuduhan indikasi korupsi, padahal mereka (PNS) punya keluarga, bagaimana efek psikologis keluarga-keluarga PNS” ujar Sanusi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan melakukan perombakan besar-besaran di tubuh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Jumat 8 Januari 2015. Namun Ahok enggan menyebut jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang akan dirombak pada jumat kramat esok.

“Enggak tahu tergantung SKPD juga, jadi beberapa kita minta ganti beberapa SKPD yang usul karena sekarang kan kepala dinas udah mulai sadar nih kalau bawahannya enggak mau diganti, dia juga kena,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta hari ini.

Meski pejabat yang kinerjanya buruk akan dicopot, namun Ahok tak bisa menjamin pejabat penggantinya akan lebih baik. Jika tak menunjukkan kinerja baik dalam waktu tertentu, Ahok memastikan akan kembali melakukan perombakan.

“Ya enggak cuci gudang abis juga, belum tentu yang diganti juga baik, belum tentu, namanya juga pemain cadangan, kalau lari lima menit enggak becus, ya ganti aja udah,” lanjut dia.

Sejauh ini, pejabat yang sudah dipastikan akan dicopot yakni Dirut PT Transjakarta ANS Kosasih digantikan Wakil Presiden Direktur PT Citra Mahardika Tbk (Cipaganti) Budi Kaliwono.

Kendati demikian, mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku tak ada pejabat eselon dua atau pejabat sekelas kepala dinas yang akan dicopot, melainkan penggantian karena pensiun.

“Eselon II ganti, ada yang pensiun ganti, eselon II dicopot enggak ada kayanya,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *